Koperasi, Pilihan Utama Millenials!

Dikira Cupu Nggak Tahunya Suhu

10 tahun terakhir kita melihat fenomena yang mencengangkan dalam dunia usaha kita yang melibatkan kaum milenials, dan ini disebabkan oleh konvergensi internet yang luar biasa seperti terlihat dalam aktivitas di media sosial. Secara global, industri mengalami pergeseran demi pergeseran dan muncul banyak sekali pekerjaan yang sebelumnya tidak terbayangkan akan terjadi.

Generasi anak muda yang tumbuh dan terus membesar di satu sisi dilihat sebagai bonus demografi, dalam kaca mata industriawan, namun hal ini bisa saja menjadi salah, karena millenials memiliki cara pandang dan gaya hidupnya sendiri, misalnya, tidak banyak anak millennials yang mau bekerja di sektor manufacturing saat ini, mereka terpesona dengan gaya hidup para YouTuber yang glamour dan serba mudah saat ini.

Apa yang harus kita lakukan ? Mari kita melihat dari sisi pandang kekinian.

1. Jumlah penduduk yang besar.

Indonesia adalah negara no. 4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Ini adalah potensi yang pasar yang luar biasa namun juga memendam potensi konflik yang fatal jika tidak terurus dengan baik. Kepemimpinan nasional yang kuat yang menjamin penegakan hukum serta kestabilan politik menjadi syarat utama tercapainya keberhasilan pembangunan kita. Dengan jumlah millenials yang mendekati 70 juta, maka tantangannya adalah menyempurnakan paradigma dari millennials dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

2. Sumber daya atau komoditas yang melimpah

Fakta bahwa kita adalah negeri agraris, dengan kesuburan tanah vulkanik dan merata diseluruh wilayah negeri adalah sebuah sebuah keuntungan yang luar biasa, yang sejak lama menjadi dambaan banyak negeri. Kehadiran VOC selama 350 tahun di negeri kita menjadi bukti bahwa kita memiliki potensi yang tidak terkira dalam bidang komoditas pangan terutama rempah. Seandainya kita menutup diri dari dunia luar, mungkin dunia akan menangis, kita memiliki sumber daya komoditas pangan yang melimpah dalam ragam dan potensi produksi. Bandingkan misalnya dengan negeri lain yang mengalami kesulitan dalam hal ketersediaan komoditas pangan.

3. Bhinneka Tunggal Ika

Kita sudah memberi bukti bahwa persatuan Indonesia justru terbentuk dari kebhinekaan kita! hal ini nyata dari perjalanan 80 tahun terakhir di negeri kita. Banyak pertikaian antar suku, agama, ras dan golongan tidak mampu menggoyahkan persatuan dan kesatuan di dalam masyarakat kita. Ada banyak negeri yang sangat mudah tersulut konflik horizontal, tetapi tidak di Indonesia, artinya millennials dianugerahi waktu, a grace periode, yang memberikan ketenangan dalam berkarya. Sungguh, dalam hal ini, kita diberikan anugerah yang luar biasa.

Koperasi adalah pilihan yang tepat…

Dalam misi Global Village untuk membentuk komunitas masyarakat Indonesia yang di dalamnya terjadi perubahan paradigma, maka koperasi dengan pilar-pilar dan prinsipnya, sebenarnya adalah sebuah keniscayaan untuk dijalankan di Indonesia, terutama oleh millenials saat ini. Millenials menyukai kebebasan, bentuk-bentu pekerjaan baru, bisnis baru, kuliner-kuliner baru dan tentu saja digitalisasi dalam semua aspek kehidupan. Fakta bahwa situasi ekonomi saat ini yang tidak mudah, akan menciptakan kesalingbergantungan – interdependency – yang justru menciptakan ekosistem yang kondusif untuk tumbuh bersama karena prinsip kesetaraan. Luar biasa membayangkan betapa besar dampak yang akan dirasakan dengan memulai koperasi di kalangan millenials ini. (Koresponden ‘CCK’)